Setiap Hari Pengutip Sampah Ini Jumpa Duit di Tempat yang Sama Selama 10 Tahun! Sebelum Meninggal, “Kebenaran ” Ini…

Posted on

Ada seorang pengutip sampah, usianya sudah 60 tahun. Pekerjaannya setiap hari adalah mengais-ngais tong sampah mencari botol bekas untuk dijual lagi demi sesuap nasi. Walaupun hidupnya susah, tapi ia sama sekali tidak terfikir untuk meminta-minta. Asal ia masih boleh bekerja, ia tidak akan meminta pada orang lain. Jika ia tidak sengaja menemukan duit, ia akan anggap itu suatu keberuntungan, rezeki dari Allah.

Suatu hari ketika sedang memungut sampah, ia melihat seorang pemuda jatuh pengsan. Pemuda itu terlihat seperti kesakitan, tidak tahu ia terkena serangan jantung atau apa, tapi mukanya pucat, badannya tak berhenti bergetar dan mengeluarkan peluh.

Ketika ditanya, pemuda itu tampak kesulitan menjawab. Tanpa fikir panjang, ia terus memikul pemuda itu ke klinik terdekat.

 

Setelah diperiksa, doktor berkata bahwa ususnya bocor. Untungnya cepat dibawa ke sini, kalau tidak boleh membahayakan nyawanya dan harus membuat pembedahan. Harga pemeriksaan dan obat-obatan, total keseluruhan biaya adalah RM400.

Biaya harus dibayar langsung, namun sementara pemuda itu masih belum sedarkan diri.

Pengutip  sampah itu  kebingungan. Ia juga tidak bawa duit. Ia cuma seorang Pengutip  sampah, ia juga tak punya duit sebanyak itu.

 

Setelah puas berfikir, ia minta  izin keluar sebentar  kepada pihak hospital. Ia bergegas pulang ke rumahnya, membongkar seluruh wanh yang ia punya, semuanya wang kecil dan koin-koin, wang puluhan ringgit  ada berapa keping. Ia tidak punya waktu lagi untuk menghitung satu-satu. Semua ia bawa ke hospital.

Untungnya, uangnya cukup, ada kelebihan RM 8.00. Uangnya cuma sisa RM 8.00. Ia sudah cukup senang, setidaknya ia tidak akan kelaparan untuk beberapa hari.

 

 

Keesokan harinya, pemuda itu sedarkan diri. Ia baru tahu apa yang terjadi padanya dan siapa yang menolongnya. Apalagi setelah mengetahui Pengutip  sampah itu mengeluarkan seluruh tabungan miliknya untuk menolongnya, ia merasa amat sangat terharu dan tidak percaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *